Thursday, January 24, 2019

Opo Artine Titi Kolomongso

Sejak mengenal Kedua Orang Tokoh,yang sejatinya Satu dalam Ilmu Semar, akhirnya Sayapun banyak belajar dari beliau dan terus belajar untuk mengembangkan pola yang ada dalam Otakku. Berawal dari sinilah sampai Saya menemukan titik temu yang Saya anggap masih samar kebenarnya untuk di bit'ahkan. Tetapi untuk Diri Saya sendiri,mempunyai keyakinan yang tak bisa di goyahkan,karena Saya sudah meneliti dari berbagai sudut pandang,kalau tidak,."kenapa di pagi hari Saya merasakan dingin.
Jelas sudah tak bisa di bagi,yang ada tetaplah harus ngantri dan menunggu sampai datang giliranya. Oh,.."mungkin benar adanya.

Sejatining Titikolomongso.

Dari Kota Blitar ke Semarang

Pagi itu di Desa Sidodadi Kota Blitar,cuaca tampak cerah . Dari semalam Aku memang sudah niat untuk pulang ke Kota Semarang dan sudah mengutarakan kepada semua anggota Keluarga atas niat Kami berdua. Tepat pukul 06:00 pagi Aku dan Sastro Pogo berpamitan Sama Mbahku,Budheku, Paklekku,dan dengan Saudara-Saudaraku yang lainya. Dengan meninggalkan uluk salam Kami berdua bergegas untuk berangkat menuju stasiun blitar,dengan naik angkutan mini.
Di perjalanan menuju stasiun Blitar Sastro bertanya ;

Sastro.  ; Sono,..'uangnya cukup gak buat naik kerata Son..?
Sono.     ; tenang Tro..di Jamin cukup nyampe Kota Solo,Tro..
Sastro.   ; lhah.."terus ke Semarangnya naik apa Son..
Sono.      ; pikir nanti aja Tro..
Sastro.    ;yowes lah..

Tak terasa Kami berdua nyampe Stasiun Blitar,dan Kami langsung menuju TJT ( tempat jual tiket ). Kira-kira tepat pukul 09.15 kereta dari Kota Nggarum telah tiba,Kami lega karena Kereta datang tepat waktu. Kami langsung ambil tempat duduk yang kebetulan ada 3 kursi terlihat kosong,tanpa pikir panjang Kami langsung duduk di kursi itu. Dalam perjalanan Kami saling ngobrol panjang lebar,dan terkadang tidur sebentar bangun lagi,ngobrol lagi,Sastro bertanya ;

Sastro.   ; Son,.."ini udah nyampe mana Son ..?
Sono.      ; kalau gak salah ini udah nyampe Kota Kertosono..
Sastro.    ; wah,." Berarti sudah dekat ya Son..
Sono.      ; ya Tro..Oh ya,Tro..Kamu lapar gak Tro ?..
Sastro.    ; lha Kamu sendiri lapar gak Son..
Sono.      ; yo lapar Tro,lha dari tadi kan lom makan Tro..
Sastro.    ; Sono,..itu ada Orang jualan nasi bungkus di kereta Son..
Sono.      ; untuk soal makan Kita puasa aja dulu,ntar nyampe Kota Solo baru makan,Ok..Tro..
Sastro.   ; lhoh,kok gitu Son..
Sono.      ; iya Tro,..ini jatah makan udah Aku beliin Rokok Gudang Garam Tro..gimana ?
Sastro.    ; owalahhh Sooonn..Son..perut lapar kok malah beli Rokok to Soon..Son..
Sono.      ; lha piye,..mulut terasa kecut he Tro..

Tanpa terasa kereta yang Kami naiki sudah sampai Ngawi.

Sastro.   ; Son,."udah nyampe ngawi nih..
Sono.     ; berarti nggak lama lagi Kita nyampe Kota Solo, Tro..

Bersambung.

Menulis

Menulis adalah kegiatan ekspresi dengan beragam kreatif,baik seni sastra,refrensi,hiburan,berita,dan masih banyak lagi contoh-contoh lainya.



Dan hakikat menulis bisa di dapat dari hasil segala upaya yang di dapatkan dari seluruh panca indra yang merespond,seperti ; penglihatan,pendengaran,dan bisa juga melibatkan penciuman, yang masuk ke hati dan menjadi sebuah perasaan dan pikiran.
Selain daripada di atas Menulis dapat di definisikan sebagai cara,untuk mencatat sebuah informasi-informasi yang menurutnya sangat penting untuk di tulis,dan di publikasikan atau untuk materi sebuah kabar berita.
Bagi yang suka dengan kegiatan menulis,maka Orang tersebut mendapatkan kebahagiaanya yang tersendiri, yang tak beda jauh dengan seniman-seniman lainya.
Bagi Anda yang ingin belajar menulis,ada langkah-langkah yang menjadikan Anda untuk terus berkomitment dan jauh dari rasa bosan. Untuk tempat menulis Anda bisa menggunakan buku tulis,media cetak,dll.

Wednesday, January 23, 2019

Sayur Asem

Dua jam lalu, Aku pulang dari kerja langsung menuju kamar mandi setelah meletakkan perlengkapan atribut kerja,dari dapur Istriku terdengan sedang menyapaku ;

Istriku ; Mas,..'mau langsung mandi to ?
Saya   ; nggak Dek,.'ni Mas cuci muka ama cuci kaki aja.

Istrikupun melanjutkan acara memasaknya. Aku yang sudah selesai dari kamar mandi langsung menuju kamar tidur untuk ganti pakaian yang Aku kenakan. Nggak lama Istriku memanggilku lagi,

Istri.    ; Mas,.'Sampean suka sayur asem gak ?
Saya.  ; ya Dek, sayur asem apa ?
Istri     ; campur-campur Mas..
Saya.  ; iya..tapi campur apa ?
Istri.    ; ada terong,kacang,tomat,daun salam,dan daging.
Saya.  ; Ok,..mau Dek.

Istrikupun dengan senang hati melanjutkan masaknya,dan Saya masih sibuk dengan Leptopku setelah selesai ganti baju tadi. Aku buka email satu persatu dari beberapa teman blogger,dan yang rata-rata banyak ceweknya. Aku ga sadar,kalau Istriku mengintip Saya yang sedang buka Leptop dan membaca sebuah email. Dalam email tersebut ternyata isi surat dari Seorang gadis yang berasal dari Jawa Timur Kota Blitar,memang udah lama Saya kenal Dia,namanya Retno. Retno addalah asli dari Desa Sidodadi,dan Sayapun berasal dari sana,makanya Saya dan Dia kenal dekat. Benar-benar Saya nggak sadar kalau sedang di perhatiin Istri dari balik pintu kamar,karena Saya yang sedang menghadap ke jendela kamar. Nah,.'Saya tahu betul Istriku cemburu,saat itu Saya masih asik membalas surat Retno dari email tersebut. Tahu-tahu Istriku memanggilku dari dapur ;

Istri.     ; Mas,.'sayur asemnya sudah ni..
Saya.   ; ya Dek..bentar ya Dek..
Istri.     ; Mas,bantuin donk nyiapin makan siang ni !..
Saya    ; iya-iya..

Tanpa pake lama Sayapun segera membereskan leptop yang Saya buka tadi. Dan Sayapun menemui Istriku di dapur dengan niat mau membantunya nyiapin makan siang,Istriku tampak lagi asyik nyiapin sayur,dan Saya nyiapin piring dan gelas serta air minum. Gak lamapun selesai dan semua beres di meja makan,tapi mataku tiba-tiba tertuju pada mangkuk sayur,tampak terlihat aneh. Sayapun ambil piring ,ambil nasi,ambil sayur,tapi apa yang Saya lihat pada sayur itu ? Saya langsung nanyak sama Istri ;

Saya.   ; Dek,.."ini sayur apa ?
Istri.     ; sayur asem Mas..
Saya.   ; sayur asem kok begini sih ?
Istriku. ; itu sayur asem tenan Mas..
Saya.   ; kok terongnya gak di potong-potong,terus tomatnya kok gelondongan gitu sih, terus itu kok pake cakar ayam segala,ini masakan ala mana Dek ?..
Istriku.   ; sudah,.'jangan banyak comment ayo makan..

Akhirnya Sayapun di ambilkan Istri sayur terong sama tomat dan cakar ayam..sambil Istriku bilang ;

Istriku.   ; ayo Makan Mas..
Saya.     ; iya-iya Dek..ini terong makanya gimana Dek ? Mana besar dan panjang lagi,nggak di potong lagi,sebenarnya ada apa to Dek ? Kok sentiment gitu ?
Istri.     ; sudah jangan belagak begok Mas..
Saya.   ; lhoh Dek mana dagingnya ?
Istriku. ; nggak jadi,mau di masak ntar sore Mas. Itu saja sudah Adek ganti pake cakar Mas..
Saya.   ; cakar-cakar buat nyakar Adek ya ?
Istriku.  ; itu buat nyakar si Retno yang kirim surat ke Mas tadi..

Sayapun langsung terdiam campur salah tingkah.. 

Bersambung.